Kemana Kekayaan Laut Kita?

Kemana Kekayaan Laut Kita?

Rabu, 13 Juni 2012
Indonesia merupakan negara maritim yang terdiri dari banyak pulau-pulau dengan luas perairan lautnya yang mencapai 5,8 juta km2 dengan panjang garis pantai mencapai 81.000 km.. Potensi ini sangat menguntungkan dalam bidang perikanan terutama perikanan tangkap. Meningkatnya jumlah penduduk dunia dan kebutuhan akan bahan pangan dan gizi yang lebih baik membuat permintaan pasar akan ikan terus bertambah dari tahun ke tahun. Kondisi yang demikian tentunya menjadikan sektor perikanan penting untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal agar masyarakat Indonesia hidup dalam kemakmuran. Tapi saat ini kenyataannya belum demikian, masih banyak kita jumpai masyarakat nelayan yang hidup di garis kemiskinan. Tentunya ini menjadi pertanyaan bagi kita semua dan perlu pemecahan masalah yang serius khususnya pemerintah yang dalam hal ini pembuat kebijakan.

Agar pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap dapat secara optimal, maka perlu diperhatikan dari aspek teknis dan aspek ekonomi. Aspek teknis mencangkup peralatan dan teknologi pemanfaatan sumberdaya ikan, seperti armada penangkapan, alat tangkap, alat pendeteksi ikan dan sarana lainnya. Sedangkan dari aspek ekonomi mencangkup modal yang dibutuhkan dalam usaha pemanfaatan sumberdaya perikanan, khususnya perikanan tangkap. Sedangkan nelayan tradisional di Indonesia masih mengaplikasikan teknologi dengan sederhana, skala usahanya yang kecil dan jangkauan operasi penangkapan yang masih terbatas disekitar pantai sehingga dalam hal pemanfaatan sumberdaya perikanan belum optimal. Berbeda dengan nelayan modern, tapi jumlahnya masih sedikit dibandingkan dengan nelayan tradisional.

Sifat dari laut yang open acces yaitu terbuka untuk umum memiliki potensi yang sangat besar bagi munculnya konflik antara masyarakat nelayan tradisional dengan nelayan luar dalam interaksi pemanfaatan sumberdaya perikanan. Nelayan luar dalam hal ini adalah nelayan-nelayan modern yang berasal dari kota maupun dari luar negeri (asing). Apalagi dengan melihat kekayaan laut Indonesia yang sangat potensial membuat nelayan-nelayan asing tertarik untuk menangkap ikan diperairan Indonesia. Wilayah yang sering terjadi konflik pencurian ikan oleh nelayan asing biasanya di wilayah-wilayah perbatasan, seperti perbatasan laut Indonesia dengan Malaysia, Laut Arafuru, Laut Cina Selatan. Trik mereka dalam mencuri ikan di Indonesia adalah dengan memalsukan bendera ataupun dengan bendera ganda hingga memalsukan dokumen.

Maraknya pencurian ikan oleh nelayan asing di wilayah perairan Indonesia tentunya sangat merugikan negara. Berkurangnya ikan membuat hasil tangkapan nelayan kita berkurang, produksi perikanan pun menjadi menurun. Secara tidak langsung kekayaan laut yang kita miliki belum kita nikmati sepenuhnya. Tapi wajar saja mereka (nelayan asing) seenaknya menangkap ikan di Indonesia, teknologi penangkapan mereka yang sudah modern didukung dengan armada yang canggih sehingga dapat memasuki wilayah laut Indonesia dengan mudah. Terbatasnya armada kapal modern di Indonesia yang dimiliki nelayan serta terbatasnya juga armada patroli yang dimiliki Kementrian Kelautan dan Perikanan dalam hal pengawasan merupakan salah satu masalah yang harus diselesaikan. Diharapkan ke depannya permalahan pencurian ikan oleh nelayan asing dapat ditekan, sehingga nelayan kita bisa dengan optimal menangkap ikan dan produksi ikan pun diharapkan bertambah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dan gizi dari ikan. Kepada pemerintah kami berharap melalui kebijakan-kebijakannya demi mewujudkan Indonesia menjadi negara produksi ikan dunia.

Jon Budi Prayogo
Mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan 2010 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau

Sudah diterbitkan di Koran Haluan Riau Edisi Jum'at, 15 Juni 2012

1 komentar:

Cara Membuat Pakan Lele Apung mengatakan...

artikel dan blog nya keren
sauya senag berkunjung ke blog anda
terimakasih atas info nya

Posting Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))


kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan, bagi yang tidak punya blog pilih aja Name/URL, isi name dengan nama anda dan URL kosongkan saja.